Seni Rupa dan Tradisi Lurik: Inspirasi Lokal, Pesona Global Fashion Kontemporer Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v4i.142Keywords:
lurik, fashion, kontemporerAbstract
Peran fashion desainer di Indonesia pada abad ke-20, salah satunya mempertahankan tradisi lokal melalui karya desainnya sebagai kontribusi pada perkembangan fashion Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan budaya dan keragaman tekstil yang mentradisi serta memberikan inspirasi pada fashion desainer. Tekstil sebagai warisan budaya lokal. Para fashion desainer bekerja sama dengan perajin lokal untuk pengadaan kain yang akan diwujudkan sebagai busana siap pakai. Malalui cara ini, mereka tidak hanya mempertahankan tradisi lokal dalam desainnya, tetapi juga mendukung keberlanjutan industri tekstil tradisi di Indonesia dan memperkenalkannya ke tingkat global. Fashion desainer menghadirkan inovasi dan kreasi baru yang menghormati tradisi serta tetap relevan dengan pasar fashion saat ini. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur berdasarkan data melalui buku-buku tekstil Indonesia, observasi tradisi menenun dari perajin tenun lurik diwilayah Kota Yogyakarta-Jawa Tengah dan sumber jurnal digital maupun koran elektronik. Hasil penelitian menegaskan bahwa tenun lurik tidak terbatas sebagai tekstil tradisi, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi yang mampu menjembatani budaya lokal dengan tren fashion global. Upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan dalam memperkenalkan lurik pada skala nasional maupun internasional membuktikan, bahwa Kota Yogyakarta sebagai sentra tekstil tradisi tenun lurik mampu bertahan dalam modernisasi industrialisasi saat ini. Kebertahanannya dalam memperdayaan komunitas perajin tenun lurik lokal untuk tetap eksis merupakan upaya lainnya dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.
