Eksplorasi Teknik Aquarel dan Teknik Marbling dengan Pewarna Alam pada Fesyen Artwear
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v4i.153Keywords:
eksperimental, aquarel, marbling, pewarna alami, artwearAbstract
Perkembangan teknologi dan minat pengguna atau penikmat fesyen, mendorong pengolahan kain mentah melalui teknik maupun bahan baku tekstil menjadi beragam. Sumber daya alam Indonesia memiliki potensi besar dalam pembuatan pewarna tekstil alami. Penelitian kualitatif dilakukan secara utuh, dimana peneliti sekaligus pelaku terlibat langsung dalam sebuah eksperimental: pra eksperimental; praktik eksperimental; dan pasca hasil eksperimental. Secara holistik penelitian ini bertujuan: 1) menemukan pewarna alami yang mendukung penggunaan bahan ramah lingkungan; 2) menghasilkan pewarna cat tekstil alami dari daun sirih dan tembakau; 3) menemukan ketepatan prosedur teknik aquarel serta marbling sesuai karakteristik pewarna cat alami daun sirih dan tembaku pada media tekstil. Penelitian ini bertumpu pada metode ekperimental dengan didukung observasi, literatur, dan wawancara. Hasil penelitian eksperimental ini menunjukkan bahwa untuk memperkuat jalinan serat kain agar warna yang dihasilkan tidak pudar diperlukan bahan berupa air cucian beras, tawas, dan garam. Adapun warna yang dihasilkan dari daun sirih dan tembakau tampak lebih pekat jika dilarutkan dalam sodium alginat dan mordan. Penggabungan dua teknik aquarel dan marbling cocok diaplikasikan pada produk fesyen artwear. Penggunaan bahan alami ini dinilai layak dan terjangkau menjadi medium alternatif produksi fesyen bagi industri tekstil menengah.
