Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban
IKJ PRESSen-USProsiding Seminar Nasional Pusaran Urban 3025-521XImaji Kosmologis “Jokoting” dan Reinvensi Identitas Kepemimpinan: Tinjauan Filsafat Atas Karya Nasirun - Sujiwo Tejo
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/138
<p>Kerangka estetis seni visual dan tafsir-tafsir atasnya kerap menjadi bagian dari dominasi Barat mengorientasi dan bahkan mengkapitalisasi secara instrinsik ke dalam kategori-kategori gaya, produk, bahkan harga sebuah karya seni. Jokoting sebagai karya senirupa kolaboratif, mendekonstruksi kerangka estetis seni visual barat dengan merepresentasi dan mereinvensi karakter dalam tradisi kelokalan Indonesia. Upaya dekonstruksi ini tidak semata-mata memperkarakan epistemologi estetika Barat tetapi juga memuat suatu imaji kosmologis dan kemungkinan-kemungkinannya dalam mereinvensi identitas kepemimpinan politik lokal. Jokoting dengan paradoks-paradoks ketimura-kejawaannya menemukan elemen-elemen metaforis yang dalam tataran tertentu menjadi pondasi dan mediasi sekaligus bagi seni dan filsafat untuk mengafirmasi kontribusi kelokalannya bagi pedagogi identitas politik kepemimpinan lokal.</p>Andre Bahariyanto
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02452410.36806/psnpu.v4i.138Perancangan Visual Karakter Cerita Rakyat Menak Sopal Trenggalek dalam Motif Batik
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/140
<p>Cerita rakyat Menak Sopal dari Trenggalek merupakan cerita rakyat populer yang mulai dilupakan. Minimnya sumber dan referensi tentang gambaran tokoh semakin menurunkan minat masyarakat dalam melestarikan cerita rakyat. Visual karakter yang dirancang ke dalam motif batik juga dapat menambah keberagaman motif batik Trenggalek terkait program pemerintah untuk mendongkrak batik Trenggalek namun motifnya masih seputar potensi alam, kesenian dan pariwisatanya saja. Metode yang dipakai pada perancangan ini meliputi studi literatur, depth interview dan observasi langsung melalui pendekatan kualitatif. Data yang didapat diolah pada studi eksperimen untuk menghasilkan konsep desain yang diujikan pada wawancara ahli sampai mendapatkan desain akhir. Hasil dari perancangan ini berupa visualisasi dari karakter utama pada cerita rakyat Menak Sopal yang dieksekusi menggunakan gaya stilasi motif batik. Perancangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran karakter utama pada cerita Menak Sopal yang dianggap lebih mendekati cerita dan jiwa zaman cerita Menak Sopal.</p>Adhec SaputraR. Eka Rizkiantono
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-024253710.36806/psnpu.v4i.140Seni Rupa dan Tradisi Lurik: Inspirasi Lokal, Pesona Global Fashion Kontemporer Indonesia
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/142
<p>Peran fashion desainer di Indonesia pada abad ke-20, salah satunya mempertahankan tradisi lokal melalui karya desainnya sebagai kontribusi pada perkembangan fashion Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan budaya dan keragaman tekstil yang mentradisi serta memberikan inspirasi pada fashion desainer. Tekstil sebagai warisan budaya lokal. Para fashion desainer bekerja sama dengan perajin lokal untuk pengadaan kain yang akan diwujudkan sebagai busana siap pakai. Malalui cara ini, mereka tidak hanya mempertahankan tradisi lokal dalam desainnya, tetapi juga mendukung keberlanjutan industri tekstil tradisi di Indonesia dan memperkenalkannya ke tingkat global. Fashion desainer menghadirkan inovasi dan kreasi baru yang menghormati tradisi serta tetap relevan dengan pasar fashion saat ini. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur berdasarkan data melalui buku-buku tekstil Indonesia, observasi tradisi menenun dari perajin tenun lurik diwilayah Kota Yogyakarta-Jawa Tengah dan sumber jurnal digital maupun koran elektronik. Hasil penelitian menegaskan bahwa tenun lurik tidak terbatas sebagai tekstil tradisi, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi yang mampu menjembatani budaya lokal dengan tren fashion global. Upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan dalam memperkenalkan lurik pada skala nasional maupun internasional membuktikan, bahwa Kota Yogyakarta sebagai sentra tekstil tradisi tenun lurik mampu bertahan dalam modernisasi industrialisasi saat ini. Kebertahanannya dalam memperdayaan komunitas perajin tenun lurik lokal untuk tetap eksis merupakan upaya lainnya dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.</p>Adlien Fadlia
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-024385010.36806/psnpu.v4i.142Diskursus Identitas Seni Rupa Digital Jawa Timur
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/143
<p>Ragam karya seni mewakili identitas secara georafis. Karya seni rupa bercorak agraris, bercorak pesisir, dan seni rupa bercorak urban. Seni rupa indonesia dengan ragam corak tersebar sebagai kekhasan suatu daerah membentuk identitas dalam lanskap historisnya. Menjadi kearifan lokal, ataupun entitas baru dalam wujud berkesenian kontemporer. Ruang Digital sebagai konsep maupun tools ilmu pengetahuan menjadi arena baru dalam berkesenian seni rupa Indonesia. Dimana karya seni rupa membawa identitas masuk dalam ruang-ruang industri melalui platform digital. Media sosial sebagai artefak seni budaya era kontemporer dengan tetap dapat mengusung identitas seni rupa untuk dapat dinikmati dalam ruang digital. Penelitian ini dikaji dalam dua terma yaitu analisis identitas seni rupa melalui ruang digital dan analisis eksistensi seni rupa dalam diskursus kontemporer digital space. Melalui analisis deskriftif dan studi literatur. Terdapat hasil analisis pada interpretasi baru dan invensi baru untuk berkarya, elaborasi, dan format platform seni rupa Indonesia khususnya di daerah Jawa Timur untuk mengelaborasi karya seni, lokalitas, dan industri ruang digital.</p>Ahmad Rijal Al HakimAbd. Gaffar
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-024515710.36806/psnpu.v4i.143Estetika Stiker: Eksplorasi Karya “Happy Birthday Holyday” Angki Purbandono dalam Konteks Pop Art Indonesia
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/144
<p>Karya terbaru Angki Purbandono, <em>Happy Birthday Holyday</em> merupakan eksplorasi yang menarik tentang penggunaan stiker sebagai material utama dalam penciptaan karya seni. Dalam karyanya, Angki menggabungkan inspirasi dari perjalanannya ke berbagai negara dengan pengaruh aliran <em>Pop art</em>, khususnya dari Andy Warhol. Pertemuannya dengan stiker di berbagai negara yang tertempel di berbagai medium menjadi sumber inspirasi utama bagi karyanya. Angki menemukan keindahan dari stiker-stiker yang saling menumpuk dan menciptakan garis serta pola timbul yang disebutnya sebagai “estetika stiker”. Angki berhasil menampilkan kemahirannya dalam merangkai dan mengolah elemen-elemen budaya populer menjadi karya seni yang unik dan mencolok. Pencarian akan estetika Angki Purbandono dilakukan dengan pendekatan metode penelitian kualitatif (studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara). Tujuan artikel ini adalah menyoroti kedudukan Angki Purbandono dan karyanya dalam konteks Pop art Indonesia, serta signifikansinya dalam seni rupa Indonesia maupun Internasional. Dengan menggali inspirasi dari aliran <em>Pop art</em> dan memadukannya dengan pengalaman pribadi, karya <em>Happy Birthday Holyday</em> menegaskan peran penting Angki Purbandono dalam mengangkat dan menginterpretasikan budaya popular Indonesia, serta memperkaya wacana tentang penggunaan medium non-tradisional dalam dunia seni rupa kontemporer.</p>Bernado Udayana SyahmahendraJeannete Lauren MocodompisJulie Febiola Almoest
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-024587210.36806/psnpu.v4i.144Eksplorasi Bahasa Isyarat Alfabet Bisindo dalam Karya Digital yang Interaktif
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/145
<p>Penciptaan 26 karya seni lukis digital yang terinspirasi oleh bahasa isyarat alfabet bisindo diawali dengan latar belakang pengalaman pribadi penulis yang tinggal di Surakarta, lingkungan yang kaya akan kebudayaan Jawa, terutama dalam hal keramahan yang tercermin dalam esensi grapyak. Sebagai perupa, interaksi rutin dengan komunitas tunarungu di sekitarnya memberikan pemahaman mendalam akan pentingnya bahasa isyarat bisindo dalam menyampaikan pesan dan ekspresi. Penelitian ini bertujuan: 1) Mewujudkan karya lukis digital bersumber dari bahasa isyarat alfabet bisindo; 2) Menjadikan interaktif karya lukis digital yang bersumber dari bahasa isyarat alfabet bisindo. Menggunakan metode kualitatif dengan cara kreasi artistik, eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Penulis sebagai perupa telah menciptakan serangkaian karya seni digital yang menggambarkan keindahan dan kompleksitas dari bahasa isyarat bisindo. Keunikan dari karya ini tidak hanya terletak pada ekspresi visualnya, tetapi juga dalam inovasi teknologi yang digunakan untuk mengkonversi karya seni tersebut ke dalam bentuk alfabet dalam keyboard laptop. Langkah ini tidak hanya menambah dimensi interaktif bagi karya seni, tetapi juga memperluas aksesibilitasnya, memungkinkan lebih banyak orang untuk menikmati dan berinteraksi dengan bahasa isyarat bisindo secara langsung melalui platform digital.</p>Chairol ImamAries Budi Marwanto
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-024738110.36806/psnpu.v4i.145Tren Spirituality: Upaya Dekolonisasi dalam Tren The New Beginning 2021/2022
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/146
<p>Dominasi tren mode Eurosentris dari kapital mode seperti Paris, London, Milan dan New York masih mempengaruhi tren mode di Indonesia. Adanya ketidaksesuaian psikografis, demografis serta geografis akan mempengaruhi tren mode hingga seharusnya menciptakan tren yang berbeda.<em> Indonesia Trend Forecasting</em> atau<em> Fashion Trend Forecasting</em> merupakan tim riset yang secara khusus menganalisis dan menyintesiskan prediksi tren mode dengan faktor-faktor lokal Indonesia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomena, penelitian ini bertujuan memperluas interpretasi tanda visual berupa mood board serta kata kunci dengan wacana dekolonisasi. Buku prediksi tren <em>The New Beginning 2021/2022</em> yang memuat warna, bentuk, tekstil, dan gagasan populer, ternyata terdapat gejala upaya dekolonisasi yang mengikis ideologi tren mode Eurosentris. Meskipun tren makro<em> Spirituality</em> masih dipengaruhi oleh ideologi tren mode Eurosentris, tetapi tren sudah dilokalkan dengan faktor-faktor di Indonesia melalui pemilihan tekstil wastra nusantara, hingga desainer nasional sebagai acuan. Wacana dekolonisasi dapat membentuk pola pikir untuk melepaskan diri dari kungkungan tren mode Eurosentris sehingga dapat mendorong perkembangan industri mode lokal berskala kecil maupun yang ada di daerah.</p>Dharajatya Tri Paramatatwa
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-024828710.36806/psnpu.v4i.146Proses Pengkaryaan Webtoon dalam Mengadaptasi Cerita Rakyat Indonesia: Studi Multi Kasus Webtoon Berjudul “7 Wonders” Karya Metalu dan “Dedes” Karya Egestigi
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/147
<p>Perkembangan komik yang banyak diminati pada era sekarang ini adalah komik berjenis/berbentuk webtoon. Cerita yang dimuat dalam <em>webtoon</em> sangat beragam; salah satunya adalah dengan terciptanya webtoon dengan cerita yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mengenai proses pengkaryaan yang terjadi pada kedua kasus tersebut, peran dari pihak-pihak yang berpengaruh di dalam proses tersebut serta posisi cerita rakyat Indonesia di dalam proses mengadaptasi pada kedua kasus kajian. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif dari data yang bersumber dari pernyataan yang diberikan oleh Metalu dan egestigi selaku para <em>webtoonist</em> masing-masing <em>webtoon</em> yang didapat dari wawancara, jejak digital yang didapat dari akun media sosial kedua <em>webtoonist</em>, serta catatan-catatan yang tercantum di akhir episode-episode kedua serial <em>webtoon</em> tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah proses pengkaryaan melibatkan banyak pihak serta peran antar pihak saling terjalin. Secara mendetail, proses yang terjadi berbeda antar kasus kajian, tetapi secara garis besar keduanya memiliki kemiripan untuk menjadikan adaptasi cerita rakyat Indonesia sebagai daya tarik dan strategi untuk memiliki eksistensi di dalam <em>platform line webtoon</em>.</p>Gagas Nir GalingGabriel Roosmargo Lono Lastoro SimatupangWisma Nugraha Christanto Richardus
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-0248810410.36806/psnpu.v4i.147Makna dan Nilai Seni Rupa Papua Sebagai Bentuk Identitas Budaya Berbasis Kearifan Lokal: Suatu Tinjauan Interdisipliner
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/148
<p>Upaya menggali makna dan ragam nilai dalam seni rupa Papua sebagai bentuk identitas budaya berbasis kearifan lokal penting dikemukakan karena memungkinkan timbulnya pemahaman yang lebih komprehensif terhadap ragam wujud budaya Nusantara. Tinjauan dari berbagai perspektif ilmu sosial, budaya, dan seni dalam melihat keunikan seni rupa Papua, berpotensi memetakan cara pandang dan perilaku masyarakat Papua yang secara sadar diejawantahkan dalam bentuk aktifitas berkesenian dengan penuh semangat. Dalam tataran lebih lanjut tinjauan yang dilakukan terhadap makna dan nilai seni rupa yang muncul, dapat menjadi dasar argumentasi dan pengembangan analisis perseptual terhadap eksistensi dan potensi sinergitas seni rupa Papua di tengah budaya urban peradaban Nusantara. Tujuan pertama adalah mengidentifikasi simbolisme dan makna budaya yang terkandung dalam karya seni rupa Papua. Tujuan kedua adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai kearifan lokal tercermin dan dipertahankan dalam seni rupa tersebut. Penelitian ini menerapkan teori interpretasi budaya untuk memahami sistem simbol dalam seni rupa Papua, serta teori representasi dan identitas untuk mengeksplorasi konstruksi identitas budaya melalui seni. Metode penelitian kualitatif berpendekatan etnografi-fenomenologi, memanfaatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen dipergunakan dalam kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan, pertama simbolisme dan makna dalam karya seni rupa Papua mengandung elemen-elemen tradisional yang merefleksikan pandangan hidup dan nilai-nilai budaya masyarakat Papua; Kedua, Nilai-nilai kearifan lokal terefleksikan dalam seni rupa Papua melalui penggunaan motif-motif tradisional, teknik artistik khas, dan yang diwariskan secara turun-temurun serta keberlangsungannya didukung melalui segenap pelaksanaan kegiatan yang berbasis kebudayaan Papua.Upaya menggali makna dan ragam nilai dalam seni rupa Papua sebagai bentuk identitas budaya berbasis kearifan lokal penting dikemukakan karena memungkinkan timbulnya pemahaman yang lebih komprehensif terhadap ragam wujud budaya Nusantara. Tinjauan dari berbagai perspektif ilmu sosial, budaya, dan seni dalam melihat keunikan seni rupa Papua, berpotensi memetakan cara pandang dan perilaku masyarakat Papua yang secara sadar diejawantahkan dalam bentuk aktifitas berkesenian dengan penuh semangat. Dalam tataran lebih lanjut tinjauan yang dilakukan terhadap makna dan nilai seni rupa yang muncul, dapat menjadi dasar argumentasi dan pengembangan analisis perseptual terhadap eksistensi dan potensi sinergitas seni rupa Papua di tengah budaya urban peradaban Nusantara. Tujuan pertama adalah mengidentifikasi simbolisme dan makna budaya yang terkandung dalam karya seni rupa Papua. Tujuan kedua adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai kearifan lokal tercermin dan dipertahankan dalam seni rupa tersebut. Penelitian ini menerapkan teori interpretasi budaya untuk memahami sistem simbol dalam seni rupa Papua, serta teori representasi dan identitas untuk mengeksplorasi konstruksi identitas budaya melalui seni. Metode penelitian kualitatif berpendekatan etnografi-fenomenologi, memanfaatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen dipergunakan dalam kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan, pertama simbolisme dan makna dalam karya seni rupa Papua mengandung elemen-elemen tradisional yang merefleksikan pandangan hidup dan nilai-nilai budaya masyarakat Papua; Kedua, Nilai-nilai kearifan lokal terefleksikan dalam seni rupa Papua melalui penggunaan motif-motif tradisional, teknik artistik khas, dan yang diwariskan secara turun-temurun serta keberlangsungannya didukung melalui segenap pelaksanaan kegiatan yang berbasis kebudayaan Papua.</p>I Dewa Ketut Wicaksana
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02410512810.36806/psnpu.v4i.148Proses Kreatif Seniman NFT Studi Kasus Ilham Karim
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/149
<p>Era digitalisasi yang semakin mutakhir menghadirkan NFT (Non Fungible Token) sebagai sebuah karya dengan sistem blockchain dan memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan. Dalam hal ini, seniman harus memiliki kreativitas khusus yang berbeda dengan segala keunikan NFT ini. Mulai dari proses ide karya, karya telah menjadi sebuah NFT, hingga akhirnya NFT dapat dinikmati oleh pengguna. Platform dan blockchain yang sudah dipilih dan ditentukan menjadi pertimbangan yang harus dilakukan. Ilham Karim merupakan seniman dibidang lukis yang memulai karirnya dibidang NFT pada 2021-2022 lalu disaat pandemi Covid-19 melanda dunia. Dalam hal ini, proses kreatif yang dilakukan memiliki cara khusus tidak hanya sampai karya itu jadi namun juga termasuk bagaimana ia memasarkan karya di dunia NFT memiliki pertimbangan dan strategi khusus, hal tersebut merupakan rangkaian dari proses kreatifnya sebagai seniman NFT. Untuk mendapatkan jawaban mengenai proses kreatif yang dilakukan oleh Ilham Karim, dilakukan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif dengan langkah-langkah seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Ilham Karim melakukan tahapan proses kreatifnya dengan dinamika perjalanan antara karakteristik seniman, tema dengan unsur teori Absurdisme, dan ide karya yang diinterpretasikan menjadi karya NFT.</p>Laila DamayantiMartinus Dwi Marianto
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02412913910.36806/psnpu.v4i.149Mode Lambat dan Wawas Lingkungan sebagai Kearifan Lokal dalam Kriya Tekstil
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/150
<p>Kain sebagai bahan utama produk industri pakaian bisa menjadi artefak budaya yang mencerminkan kondisi masyarakat pada masanya. Sebagai artefak budaya, kehadiran kain buatan artisan dan kriyawan tekstil sebagai alternatif kebutuhan sandang, proses produksinya cenderung lambat. Hal ini berkebalikan dengan industri pakaian jadi yang serba cepat, berumur pendek, serta berdampak pada lingkungan. Kain hasil kriya tekstil merupakan kelanjutan tradisi yang dihidupi terutama oleh perempuan, seperti batik dan tenun. Penelitian ini menelusuri tradisi pola produksi dan konsumsi kain sebagai kebutuhan sandang masyarakat. Pengamatan dan wawancara dilakukan secara langsung selama residensi pada Juli 2018 hingga September 2018. Penelitian berfokus pada praktik kriya tekstil tenun di Lembata, NTT. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa perempuan menjadi garda depan penjaga budaya dan mode lambat merupakan kearifan lokal yang sejalan dengan Tujuan Global SDG’s poin ke-12: produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Mode lambat dapat menjadi alternatif untuk masa depan yang lebih baik dan lebih wawas lingkungan.</p>Lusiana Limono
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02414014910.36806/psnpu.v4i.150Dialektika Islam dan Seni Rupa: Kajian Buku Berpuasa Bersama Zahra Karya Yuni W dan Ria Kriwil
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/151
<p>Terdapat misinterpretasi hadis yang mengatakan bahwa menggambar adalah haram, padahal hadirnya ilustrasi dalam buku cerita bergambar dapat berperan sebagai alat bantu untuk memahami suatu teks atau narasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ilustrasi memiliki peran dalam buku cerita bergambar sebagai alat bantu untuk memahami suatu teks atau narasi. Hal ini menunjukkan bahwa ilustrasi visual atau gambar memiliki daya (agensi) dalam menyampaikan pesan, terutama narasi keislaman. Tulisan ini menawarkan kacamata struktur dan agensi oleh Anthony Giddens untuk melihat hal-hal mengenai hubungan dialektik antara Islam dan seni rupa; bahwa dengan seni, nilai-nilai keislaman dapat tersampaikan serta menawarkan salah satu cara untuk menganalisis buku cerita bergambar berjudul Berpuasa Bersama Zahra melalui bahasa rupa oleh Primadi Tabrani sebagai salah satu upaya dalam memanfaatkan kearifan lokal. Untuk mengkaji hal tersebut, tulisan ini menggunakan pendekatan tekstual yang bersifat deskriptif interpretatif. Hasil riset dalam tulisan ini menunjukkan adanya hubungan dialektik antara agensi dan struktur dalam penggambaran Zahra sebagai figur manusia. Penanaman nilai-nilai keislaman oleh ilustrator ke dalam narasi teks maupun visual agar pesan tersebut dapat tersampaikan secara efektif menjadi salah satu cara bernegosiasi terhadap struktur</p>Namira AzzahraMartinus Dwi Marianto
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02415015910.36806/psnpu.v4i.151Eksplorasi Penulisan Asemik dalam Aksara Kaganga sebagai Muatan Lokal di Banten
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/152
<p>Penelitian ini berfokus pada eksplorasi penulisan asemik dalam aksara Kaganga sebagai muatan lokal di Banten. Penulisan asemik merupakan bentuk seni di mana tanda-tanda tulisan dihasilkan tanpa makna linguistik tertentu, tetapi tetap memiliki nilai estetika dan artistik. Aksara Kaganga, sebagai salah satu aksara tradisional Indonesia, menawarkan kekayaan visual yang potensial untuk dieksplorasi dalam konteks seni kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan teknik-teknik penulisan asemik menggunakan aksara Kaganga, serta menggali makna dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Melalui pendekatan kualitatif dan metode eksperimen artistik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal, serta memperkaya khasanah seni rupa di Indonesia.</p>Nurfitrianah Octavianingrum Raharjo Putri
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02416017610.36806/psnpu.v4i.152Eksplorasi Teknik Aquarel dan Teknik Marbling dengan Pewarna Alam pada Fesyen Artwear
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/153
<p>Perkembangan teknologi dan minat pengguna atau penikmat fesyen, mendorong pengolahan kain mentah melalui teknik maupun bahan baku tekstil menjadi beragam. Sumber daya alam Indonesia memiliki potensi besar dalam pembuatan pewarna tekstil alami. Penelitian kualitatif dilakukan secara utuh, dimana peneliti sekaligus pelaku terlibat langsung dalam sebuah eksperimental: pra eksperimental; praktik eksperimental; dan pasca hasil eksperimental. Secara holistik penelitian ini bertujuan: 1) menemukan pewarna alami yang mendukung penggunaan bahan ramah lingkungan; 2) menghasilkan pewarna cat tekstil alami dari daun sirih dan tembakau; 3) menemukan ketepatan prosedur teknik <em>aquarel</em> serta <em>marbling</em> sesuai karakteristik pewarna cat alami daun sirih dan tembaku pada media tekstil. Penelitian ini bertumpu pada metode ekperimental dengan didukung observasi, literatur, dan wawancara. Hasil penelitian eksperimental ini menunjukkan bahwa untuk memperkuat jalinan serat kain agar warna yang dihasilkan tidak pudar diperlukan bahan berupa air cucian beras, tawas, dan garam. Adapun warna yang dihasilkan dari daun sirih dan tembakau tampak lebih pekat jika dilarutkan dalam sodium alginat dan mordan. Penggabungan dua teknik aquarel dan marbling cocok diaplikasikan pada produk fesyen artwear. Penggunaan bahan alami ini dinilai layak dan terjangkau menjadi medium alternatif produksi fesyen bagi industri tekstil menengah.</p>Puji RahayuYulianto
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02416618010.36806/psnpu.v4i.153Kearifan Lokal Batik Manding dalam Upaya Pengembangan Desa Kepek, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/154
<p>Kearifan lokal merupakan identitas suatu daerah yang diwariskan secara turun temurun dengan beragam aktivitas yang dilakukan masyarakat yang salah satunya berupa produk seni bernilai tinggi yang menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Kearifan lokal di Gunung Kidul salah satunya adalah Batik Manding yang diproduksi dalam upaya pengembangan Desa Kepek untuk pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya batik dan perekonomian. Identitas budaya lokal yang menjadi ciri khas masyarakat membentuk kelompok pengrajin di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji dan menjelaskan bentuk kearifan lokal dan upaya pengembangan Desa Kepek, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Motif Manding diciptakan oleh Guntur Susilo yang mengembangkan berbagai motif khas yang mengggambarkan kondisi alam sekitar seperti petai cina (Manding Muda). Keberadaan Batik Manding diharapkan menjadi ikon Desa Kepek.</p>Raden Roro Sindu Kusuma Dewi
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02419219810.36806/psnpu.v4i.154Transformasi Lukisan Batik dalam Pusaran Urban di Yogyakarta
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/155
<p>Perkembangan lukisan batik dalam pusaran urban merupakan refleksi dari dinamika kehidupan modern yang dipengaruhi oleh perkembangan kota-kota besar dan revolusi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi seni lukis batik dari motif-motif tradisional menjadi bentuk seni kontemporer yang terkoneksi dengan realitas kota urban. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan observasi lukisan batik di Yogyakarta, dalam temuan menunjukkan bahwa lukisan batik kini tidak lagi hanya menggambarkan kehidupan sehari-hari dan wayang, tetapi juga mencerminkan flora, fauna, dan corak abstrak yang menjadi bagian dari lingkungan perkotaan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana seniman batik Yogyakarta menemukan cara baru untuk mengekspresikan realitas sosial budaya melalui medium tradisional mereka dalam era digital. Dengan demikian, memberikan kesimpulan, bahwa perkembangan lukisan batik Yogyakarta dalam pusaran urban tidak hanya mencerminkan transformasi estetika tetapi juga refleksi dari perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan identitas budaya dalam konteks kota Yogyakarta yang modern.</p>Tri Aru Wiratno
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02419920810.36806/psnpu.v4i.155Bunga Rosella sebagai Inspirasi Busana Afrpolitan dengan Eksplorasi Motif Tribal
https://proceeding.senirupaikj.ac.id/index.php/SeminarNasionalPusaranUrban/article/view/156
<p>Busana telah menjadi medium ekspresi yang menggambarkan identitas budaya dan kreativitas manusia. Dalam era modern trend fashion terus berkembang dengan menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan sentuhan kontemporer. Salah satu inspirasi yang menarik adalah penggunaan motif bunga rosella dalam kombinasi dengan gaya fashion Afropolitan yang kaya akan motif tribal. Bunga rosella, dengan kecantikan dan keanggunananya, memberikan inspirasi yang menakjubkan bagi desainer busana. Dengan warna-warna yang mencolok dan tekstur yang unik, bunga ini menjadi sumber ide yang tak terbatas bagi kreasi busana. Palet warna bunga rosella memberikan kehangatan dan keceriaan pada setiap desain. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ilmiah ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan estetika. Penggabungan motif tribal dalam gaya fashion Afropolitan menambah dimensi keunikan pada setiap rancangan. Motif-motif yang terinspirasi dari warisan budaya Afrika memberikan kedalaman kekayaan visual pada busana. Pola-pola geometris, garis-garis yang berani, dan simbol-simbol tradisional menjadi ciri khas yang mencolok dalam fashion Afropolitan. Dalam harmoni yang memukau, desainer menggabungkan kecantikan bunga rosella dengan kekuatan motif tribal. Rancangan-rancangan yang dihasilkan menggambarkan perpaduan yang sempurna antara elegansi dan kekuatan, antara keanggunan dan keberanian. Busana yang terinspirasi dari bunga rosella dengan sentuhan gaya fashion Afropolitan membawa pesan tentang keindahan, keberagaman, dan kesinambungan budaya. Setiap potongan busana menjadi cermin dari perpaduan yang harmonis antar tradisi dan modernitas, antara inspirasi alam dan kreativitas manusia. Melalui penggalian dan penerapan elemen-elemen yang kaya akan makna ini, busana tidak hanya menjadi sekadar pakaian, tetapi juga sebuah karya seni yang menginspirasi, menghubungkan dan merayakan keberagaman dunia yang kita tempati. Dengan demikian, busana yang terinspirasi dari bunga rosella dan motif tribal dalam gaya fashion Afropolitan menjadi manifestasi dari keindahan yang mengalir dari keberagaman budaya.</p>Vita WulansariSri UtamiCempaka Putri Yudina
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional Pusaran Urban
2024-07-022024-07-02420922310.36806/psnpu.v4i.156