Menelaah Potensi Kampung Prawirotaman Yogyakarta Sebagai Ruang Seni Rupa Partisipatif
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v5i.162Keywords:
Kampung Prawirotaman, Penginapan, Seni Rupa PartisipatifAbstract
Kampung Prawirotaman merupakan salah satu kawasan bersejarah di Yogyakarta yang dikenal sebagai kampung wisata dengan perpaduan budaya Jawa dan sentuhan modern. Kawasan ini juga dikenal sebagai “kampung bule” karena banyak dikunjungi wisatawan asing. Artikel ini bertujuan untuk menelaah sejarah dan dinamika sosial Kampung Prawirotaman, mengeksplorasi potensinya sebagai ruang seni rupa partisipatif, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Kampung Prawirotaman awalnya merupakan permukiman prajurit Prawirotomo yang kemudian berkembang menjadi sentra batik dan kini bertransformasi menjadi kawasan penginapan; (2) Interaksi intens antara warga lokal, seniman, dan wisatawan membuka peluang terwujudnya ruang seni rupa partisipatif, terutama dengan dukungan ekosistem seni di Yogyakarta; dan (3) Tantangan yang dihadapi meliputi kendala ruang dan perizinan, respons warga, serta keberlanjutan pendanaan dan kolaborasi lintas pihak. Kajian ini merekomendasikan pendekatan seni partisipatif sebagai strategi kultural yang inklusif untuk memperkuat identitas dan keterlibatan warga dalam pengembangan ruang kampung.
