Residensi Seni Rupa sebagai Arena Produksi Kultural

Authors

  • Ahmad Rijal Al Hakim

DOI:

https://doi.org/10.36806/psnpu.v5i.173

Keywords:

Agen seniman, produksi kultural, arena modal, residensi seni rupa

Abstract

Setiap masyarakat yang menempati suatu daerah atau wilayah pada dasarnya memiliki dan menjalankan satu sistem kebudayaan. Sistem ini akan membentuk corak yang khas dalam setiap aktivitas sosial masyarakat. Corak sosial budaya tersebut turut menentukan identitas diri suatu daerah. Dalam konteks ini, ruang sosiokultural yang terdapat dalam masyarakat menjadi sumber pengetahuan bagi lahirnya berbagai gagasan kesenian, khususnya seni rupa. Interaksi antara seniman dan masyarakat menjadi arena produksi kultural untuk mengurai proses bagaimana karya seni dan budaya diproduksi, didistribusikan, serta dikonsumsi dalam ruang sosial tertentu. Penelitian ini berfokus pada pemikiran mengenai seniman sebagai agen individu, praktik sosial, serta transformasi produksi kultural yang dibangun melalui proses residensi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan adanya interpretasi terhadap proses reproduksi budaya oleh agen seniman, serta peran galeri sebagai platform sekaligus arena modal yang memengaruhi proses eksistensialisasi seniman dan lembaga penyelenggara residensi. Dengan demikian, residensi seni rupa berperan penting dalam membentuk dinamika relasi antara produksi budaya, agensi seniman, dan struktur kelembagaan seni.

Downloads

Published

2025-07-07