Proses Kreatif Seniman NFT Studi Kasus Ilham Karim
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v4i.149Keywords:
NFT, proses kreatif, blockchain, absurdismeAbstract
Era digitalisasi yang semakin mutakhir menghadirkan NFT (Non Fungible Token) sebagai sebuah karya dengan sistem blockchain dan memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan. Dalam hal ini, seniman harus memiliki kreativitas khusus yang berbeda dengan segala keunikan NFT ini. Mulai dari proses ide karya, karya telah menjadi sebuah NFT, hingga akhirnya NFT dapat dinikmati oleh pengguna. Platform dan blockchain yang sudah dipilih dan ditentukan menjadi pertimbangan yang harus dilakukan. Ilham Karim merupakan seniman dibidang lukis yang memulai karirnya dibidang NFT pada 2021-2022 lalu disaat pandemi Covid-19 melanda dunia. Dalam hal ini, proses kreatif yang dilakukan memiliki cara khusus tidak hanya sampai karya itu jadi namun juga termasuk bagaimana ia memasarkan karya di dunia NFT memiliki pertimbangan dan strategi khusus, hal tersebut merupakan rangkaian dari proses kreatifnya sebagai seniman NFT. Untuk mendapatkan jawaban mengenai proses kreatif yang dilakukan oleh Ilham Karim, dilakukan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif dengan langkah-langkah seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Ilham Karim melakukan tahapan proses kreatifnya dengan dinamika perjalanan antara karakteristik seniman, tema dengan unsur teori Absurdisme, dan ide karya yang diinterpretasikan menjadi karya NFT.
