Dialektika Islam dan Seni Rupa: Kajian Buku Berpuasa Bersama Zahra Karya Yuni W dan Ria Kriwil
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v4i.151Keywords:
buku bergambar islami, dialektika, gambar, haram, agensiAbstract
Terdapat misinterpretasi hadis yang mengatakan bahwa menggambar adalah haram, padahal hadirnya ilustrasi dalam buku cerita bergambar dapat berperan sebagai alat bantu untuk memahami suatu teks atau narasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ilustrasi memiliki peran dalam buku cerita bergambar sebagai alat bantu untuk memahami suatu teks atau narasi. Hal ini menunjukkan bahwa ilustrasi visual atau gambar memiliki daya (agensi) dalam menyampaikan pesan, terutama narasi keislaman. Tulisan ini menawarkan kacamata struktur dan agensi oleh Anthony Giddens untuk melihat hal-hal mengenai hubungan dialektik antara Islam dan seni rupa; bahwa dengan seni, nilai-nilai keislaman dapat tersampaikan serta menawarkan salah satu cara untuk menganalisis buku cerita bergambar berjudul Berpuasa Bersama Zahra melalui bahasa rupa oleh Primadi Tabrani sebagai salah satu upaya dalam memanfaatkan kearifan lokal. Untuk mengkaji hal tersebut, tulisan ini menggunakan pendekatan tekstual yang bersifat deskriptif interpretatif. Hasil riset dalam tulisan ini menunjukkan adanya hubungan dialektik antara agensi dan struktur dalam penggambaran Zahra sebagai figur manusia. Penanaman nilai-nilai keislaman oleh ilustrator ke dalam narasi teks maupun visual agar pesan tersebut dapat tersampaikan secara efektif menjadi salah satu cara bernegosiasi terhadap struktur
