Rekonstruksi Partisipatif Visi Ekologis Seni Instalasi “Kurma Amerta”: Tinjauan Filosofis atas karya Seni Instalasi Teguh Ostenrik
DOI:
https://doi.org/10.36806/psnpu.v5i.161Keywords:
antroposentrisme, ekologi, seni instalasi, partisipasi, transformasiAbstract
Dominasi antroposentrisme dalam proyek kemodernan telah memicu krisis ekologis yang mendalam, ditandai dengan eksploitasi alam dan marginalisasi lingkungan hidup. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana seni instalasi Kurma Amerta karya Teguh Ostenrik merekonstruksi visi ekologis secara partisipatif melalui pendekatan filosofis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdeskriptif melalui wawancara langsung, studi pustaka filsafat seni dan ekologi, serta observasi visual terhadap karya instalasi. Temuan menunjukkan bahwa Kurma Amerta tidak hanya merupakan medium estetik, tetapi juga mengartikulasikan narasi liberatif melalui partisipasi publik, kolaborasi teknologi, dan simbolisme kosmologis. Kebaruan kajian ini terletak pada analisis filosofis mengenai pergeseran paradigma seni dari mimesis menuju praksis ekologis partisipatif. Simpulan dari studi ini menunjukkan bahwa seni memiliki peran transformatif dalam membentuk kesadaran ekologis dan dapat menjadi medium resistensi terhadap dominasi antroposentrisme dan hegemoni industri.
